
Rak-rak toko dan halaman depan marketplace kini dipenuhi nama-nama baru, seperti serum lokal dengan klaim “glowing 7 hari”, lip cream halal berpuluh shade, hingga sunscreen yang menyasar Gen Z.
Industri kosmetik Indonesia memang sedang melesat; laporan Kementerian Perindustrian menunjukkan jumlah perusahaan kosmetik meningkat cukup pesar dalam satu dekade terakhir, didorong tren “back to local” dan maraknya influencer kecantikan, dikutip dari Kementerian Perindustrian RI – Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (2015).
Di tengah euforia itu, banyak brand sebenarnya sudah punya formula produk yang bagus, kemasan menarik, bahkan izin edar lengkap, namun informasi ke media dan publik berantakan karena press release produk kosmetik yang lemah, tidak terstruktur, atau sekadar menumpuk klaim tanpa cerita yang jelas.
Di sinilah sering terlupa satu “senjata perang” branding yang kelihatannya sederhana, tetapi efeknya panjang, yaitu press release yang rapi dan menjelaskan, terutama untuk produk kosmetik yang sangat bergantung pada narasi, kredibilitas, dan kepercayaan konsumen.
Dalam praktik humas, press release bukan hanya pemberitahuan kegiatan, melainkan alat untuk membentuk citra dan reputasi merek di mata publik dan media, dikutip dari Public Relations: Strategies and Tactics karya Wilcox & Cameron (2012).
Daftar Isi
TogglePasar kecantikan punya karakter unik: sangat sensori, visual, dan opinion-driven. Konsumen tidak hanya membeli fungsi, tetapi juga pengalaman, seperti aroma, tekstur, kemasan, hingga cerita di balik brand.
Riset perilaku konsumen menunjukkan bahwa keputusan membeli produk kecantikan banyak dipengaruhi persepsi estetika, emosi, dan rekomendasi sosial, dikutip dari Consumer Behaviour karya Schiffman & Wisenblit (2019).
Di ranah media, redaktur kecantikan dan gaya hidup setiap hari menerima banyak sekali press release dari berbagai brand; rilis yang datar, kering, atau terlalu “brosur” nyaris pasti tenggelam di inbox.
Press release yang ditulis dengan serius berfungsi sebagai:
– Sumber informasi resmi yang jelas, akurat, dan mudah dikutip oleh media. Jurnalis butuh data dasar seperti klaim, komposisi penting, harga, hingga ketersediaan produk, dikutip dari Writing and Editing for Public Relations karya Newsom & Haynes (2010).
– Bahan dasar liputan untuk berbagai format: berita singkat (straight news), feature, review produk, hingga advertorial atau kerja sama berbayar.
– Pengarah narasi brand, yakni menegaskan positioning (misalnya “clean beauty lokal”, “dermocosmetic untuk kulit sensitif”), membingkai klaim manfaat secara bertanggung jawab, dan menonjolkan diferensiasi dibanding produk sejenis.
Tanpa press release yang baik, brand kosmetik berisiko disalahpahami, sulit diliput media, atau hanya muncul sekilas di sosial media tanpa jejak pemberitaan yang rapi dan bisa dirujuk kembali.
Agar tidak sekadar menjadi pengumuman satu arah, press release produk kosmetik perlu disusun dengan aspek yang saling menguatkan, dari judul sampai contact person.
Berikut struktur yang bisa dijadikan acuan saat menyusun rilis untuk media, terutama ketika akan menggelar konferensi pers launching produk:
Headline yang Menggoda, tapi Tetap Informatif
Headline adalah “pintu masuk” pertama bagi editor dan jurnalis. Di tumpukan rilis yang menumpuk, judul yang spesifik dan menggoda akan lebih mudah dilirik dibanding judul normatif seperti “Brand X Luncurkan Produk Baru”. Dalam penulisan PR modern, judul yang efektif biasanya menggabungkan manfaat utama dan konteks berita, dikutip dari Public Relations Writing: The Essentials of Style and Format karya Bivins (2013).
Formula sederhana yang bisa dipakai:
[Manfaat utama] + [Jenis produk] + [Brand] + [momentum]
Contoh:
– “Brand X Luncurkan Serum Vitamin C dengan Teknologi Encapsulation di Indonesia”
– “Brand Y Hadirkan Cushion Matte Ringan untuk Kulit Berminyak, Resmi Diluncurkan di Jogja”
Judul seperti ini membantu redaksi langsung memahami apa yang diluncurkan, keunggulan utama, dan konteks beritanya.
Subheadline sebagai Penjelas Singkat
Subheadline berfungsi sebagai “penjelas cepat” setelah judul. Di sini, brand bisa menonjolkan keunggulan unik seperti kandungan aktif tertentu, klaim manfaat yang spesifik, atau segmen konsumen yang disasar. Misalnya:
“Diperkaya 10% Vitamin C stabil dan niacinamide, diformulasikan untuk membantu mencerahkan kulit kusam tanpa rasa perih, cocok untuk pemula.”
Subheadline yang jelas akan memudahkan jurnalis saat merangkai paragraf pembuka berita karena poin-poin penting sudah tersusun di awal.
Dateline adalah standar baku dalam press release: menyebutkan kota dan tanggal rilis. Untuk rilis yang terhubung dengan konferensi pers, tambahkan juga informasi event seperti:
– Nama kota (misalnya: Yogyakarta).
– Tanggal pelaksanaan konferensi pers.
– Lokasi lengkap acara (hotel, café, co-working space, beauty studio, dsb).
Contoh:
Yogyakarta, 10 Desember 2025 – Brand X resmi meluncurkan…
Informasi ini membantu redaksi mengarsipkan berita berdasarkan waktu dan tempat, serta menjadi referensi jika suatu saat butuh ditelusuri kembali.
Lead press release berbeda dengan lead artikel media, tetapi prinsipnya sama: ringkas, jelas, dan memuat inti informasi. Di produk kosmetik, lead idealnya menjawab tiga hal:
1. Produk apa yang diluncurkan? (jenis produk, nama seri, kategori).
2. Masalah kulit apa yang ingin diselesaikan? (kulit kusam, jerawat, penuaan, sensitivitas, dsb).
3. Apa yang membuat produk ini berbeda dari kompetitor? (kandungan unik, teknologi khusus, pendekatan clean beauty, harga terjangkau, dsb).
Contoh lead:
Brand X resmi meluncurkan Radiance C Serum, serum vitamin C dengan teknologi encapsulation yang dirancang untuk membantu mencerahkan kulit kusam sekaligus mengurangi tampilan flek, tanpa rasa perih di kulit sensitif.
Lead yang kuat membuat editor langsung paham “inti cerita” tanpa perlu menggali seluruh dokumen terlebih dahulu.
Di bagian body, press release menguraikan detail produk secara sistematis dan jujur. Poin-poin yang sebaiknya tercakup:
– Kandungan utama dan manfaat
Jelaskan bahan aktif kunci (misalnya vitamin C, niacinamide, ceramide, AHA/BHA) dan fungsi utamanya. Hindari klaim berlebihan; susun klaim yang dapat dipertanggungjawabkan, dikutip dari Cosmetics and Dermatologic Problems and Solutions karya Draelos (2011).
– Varian produk
Jika produk punya beberapa varian (shade lipstik, warna cushion, ukuran kemasan, jenis kulit yang disasar), jelaskan dengan terstruktur.
– Cara pakai singkat
Singgung secara praktis kapan dan bagaimana produk digunakan, misal: digunakan pagi dan malam setelah toner, wajib diikuti sunscreen, dsb.
– Harga dan ketersediaan
Cantumkan rentang harga resmi (SRP) dan di mana produk tersedia: toko offline tertentu, official store di marketplace, atau website brand. Informasi ini penting bagi jurnalis lifestyle yang biasa menambahkan info praktis untuk pembaca.

Kutipan narasumber membuat press release terasa hidup dan memberi “suara” manusia di balik brand. Setidaknya, ada tiga tipe narasumber yang bisa dihadirkan:
– CEO/founder
Menjelaskan visi brand, alasan meluncurkan produk, dan nilai yang ingin dibawa. Kutipan tipe ini membantu pembaca memahami cerita besar di balik brand.
– Dermatolog/ahli kecantikan (jika ada)
Memberi sudut pandang ilmiah dan menambah kredibilitas. Dalam komunikasi ilmiah terkait kosmetik, kehadiran profesional kesehatan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, dikutip dari artikel “Dermocosmetics: A Review of the Role of Cosmeceutical Products in Skincare” di Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology (2021).
– Brand ambassador/influencer
Menyumbang sentuhan human interest: bagaimana pengalaman pribadi memakai produk, situasi penggunaan, dan hasil yang dirasakan.
Kutipan sebaiknya tidak terlalu panjang, tetapi cukup spesifik agar bisa langsung diambil jurnalis sebagai isi berita.
Informasi Konferensi Pers
Untuk launching produk di konferensi pers, bagian ini yang penting. Ringkas jalannya acara sehingga jurnalis yang hadir maupun yang tidak hadir bisa membayangkan momentumnya. Elemen yang bisa dimasukkan:
– Gambaran singkat sesi presentasi produk: siapa yang presentasi, poin utama yang disampaikan.
– Adanya demo penggunaan produk: misalnya demo make-up, uji tekstur, atau skin analysis sederhana.
– Sesi tanya jawab (Q&A) dengan jurnalis dan tamu media.
– Sesi foto bersama narasumber, brand ambassador, dan latar branding.
– Ketersediaan media kit (press kit digital, foto resolusi tinggi, fact sheet produk).
Bagian ini membantu media menyusun liputan event, sekaligus jadi dokumentasi resmi untuk arsip perusahaan. Dalam praktik event PR, dokumentasi dan ringkasan acara merupakan bagian integral dari materi press kit, dikutip dari Event Management and Public Relations karya Bowdin et al. (2011).
Di paragraf penutup, kuatkan kembali pesan utama brand dan berikan ajakan yang jelas. Misalnya:
– Mengajak pembaca mencoba produk di toko atau official store tertentu.
– Mengarahkan pembaca ke website untuk informasi lebih lengkap.
– Mengundang audiens mengikuti akun media sosial brand untuk tips kecantikan dan promo.
Call to action yang spesifik membantu mengarahkan langkah berikutnya dari pembaca sekaligus mendukung tujuan kampanye (awareness, traffic website, atau penjualan).
Boilerplate adalah profil singkat tentang perusahaan atau brand yang ditempatkan di bagian akhir press release. Biasanya memuat:
– Tahun berdiri dan latar belakang singkat.
– Keunikan brand (misalnya fokus pada bahan alami Indonesia, halal, vegan, dermatologically tested).
– Portofolio produk utama.
– Visi dan misi singkat terkait kecantikan dan kesehatan kulit.
Boilerplate memudahkan jurnalis mengenali skala dan positioning brand, serta bisa di-copy-paste ketika menyebut profil perusahaan di berita.
Contact Person Media
Terakhir, jangan lupa mencantumkan contact person khusus media. Isinya bisa berupa:
– Nama PIC (Public Relations/Media Relation).
– Alamat email media.
– Nomor WhatsApp atau telepon yang responsif.
– Website resmi brand.
– Akun media sosial utama (Instagram, TikTok, YouTube, dsb).
Dengan contact person yang jelas, jurnalis dapat dengan mudah menghubungi jika membutuhkan foto resolusi tinggi, klarifikasi klaim, atau follow-up untuk wawancara lebih lanjut. Tanpa bagian ini, banyak peluang liputan bisa hilang karena redaksi tidak tahu harus menghubungi siapa.

Sebelum masuk ke contoh, penting memahami bahwa press release kosmetik idealnya tidak hanya berisi klaim promosi, tetapi juga menyentuh masalah kulit nyata yang dihadapi target konsumen. Di kota-kota besar, polusi udara, paparan sinar matahari, dan gaya hidup serba cepat terbukti berkaitan dengan penuaan dini, hiperpigmentasi, dan kulit kusam, dikutip dari artikel “Air Pollution and Skin Disorders” di International Journal of Women’s Dermatology oleh Wendy Roberts (2021).
Di sisi lain, banyak serum dan skincare modern menggunakan bahan aktif seperti vitamin C dan niacinamide. Vitamin C dikenal sebagai antioksidan yang membantu mengurangi hiperpigmentasi dan tanda fotoaging, dikutip dari artikel “Vitamin C in Dermatology” oleh P.S. Telang di Indian Dermatology Online Journal (2013). Sementara itu, niacinamide diakui memiliki manfaat mencerahkan, anti-aging, dan melindungi skin barrier, dikutip dari tinjauan “Niacinamide: A Review on Dermal Delivery Strategies and Clinical Evidence” oleh Ong dkk. (2024).
Di sinilah press release berperan: menghubungkan masalah kulit nyata + bukti ilmiah bahan aktif + cerita brand dalam satu narasi yang mudah dipahami jurnalis dan pembaca. Struktur sederhananya: judul dan subheadline yang jelas, lead yang merangkum inti informasi (apa, kapan, di mana, untuk siapa), penjelasan masalah dan solusi produk, kutipan narasumber, ringkasan acara konferensi pers, hingga detail harga dan kontak media.
Berikut contoh press release singkat yang bisa kamu adaptasi dan kembangkan untuk brand kosmetik di Jogja maupun nasional.
Brand X Perkenalkan Radiance Glow-C, Serum Pencerah Wajah dengan Vitamin C dan Niacinamide untuk Kulit Glowing dalam 7 Hari
Diluncurkan dalam konferensi pers di Hotel Nirwana, Jakarta, Brand X menghadirkan inovasi skincare yang fokus pada perawatan kulit kusam akibat polusi dan gaya hidup padat bagi perempuan aktif di kota besar.
Jakarta, 18 November 2025 – Brand X resmi meluncurkan Radiance Glow-C, serum pencerah wajah terbaru yang diformulasikan dengan kombinasi vitamin C stabil dan niacinamide untuk membantu mencerahkan kulit kusam sekaligus meratakan warna kulit. Produk ini diperkenalkan pertama kali dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Nirwana, Jakarta, pada Selasa (18/11/2025), dan ditujukan bagi perempuan aktif yang menginginkan kulit tampak glowing dalam 7 hari pemakaian teratur.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, polusi, paparan sinar matahari, jam kerja yang panjang, dan kurang istirahat membuat banyak perempuan mengeluhkan kulit tampak kusam, tidak merata, dan mudah lelah. Rutinitas harian yang padat sering membuat mereka mencari solusi perawatan yang praktis tetapi tetap efektif, tanpa perlu memakai terlalu banyak produk dalam satu rangkaian.
Menjawab kebutuhan tersebut, Radiance Glow-C menggabungkan 10% vitamin C stabil dan 5% niacinamide sebagai hero ingredients. Kombinasi ini dirancang untuk membantu menyamarkan noda gelap, meratakan warna kulit, serta menjaga kelembapan dan kekuatan skin barrier. Teksturnya ringan, cepat menyerap, dan nyaman digunakan pada berbagai jenis kulit, termasuk kulit cenderung sensitif.
Selain itu, Radiance Glow-C telah melalui uji iritasi oleh dermatolog independen dan dinyatakan aman digunakan sehari-hari. Serum ini diformulasikan tanpa alkohol, tanpa paraben, dan tanpa pewarna buatan, sehingga dapat dipadukan dengan rangkaian skincare yang sudah dimiliki pengguna, selama tetap menggunakan sunscreen di pagi hari untuk hasil yang optimal.
“Sejak awal kami membangun Brand X, fokus kami adalah membantu perempuan Indonesia merasa percaya diri dengan kulitnya sendiri, tanpa harus mengejar standar kecantikan yang tidak realistis,” ujar Alya Prameswari, Founder & CEO Brand X, dalam konferensi pers peluncuran. “Melalui Radiance Glow-C, kami ingin menghadirkan serum yang sederhana secara pemakaian, tetapi kaya manfaat, terutama untuk menjawab masalah kulit kusam dan noda gelap yang sering muncul akibat polusi dan gaya hidup serba cepat.”
Sebagai brand ambassador, content creator kecantikan Nadya Putri turut membagikan pengalamannya selama mencoba Radiance Glow-C. “Yang paling saya suka, teksturnya ringan dan tidak lengket, jadi enak banget dipakai sebelum make-up. Dalam sekitar satu minggu, saya merasa kulit terlihat lebih cerah dan merata, terutama di area bekas jerawat,” katanya. Nadya menambahkan, ia selalu memadukan penggunaan serum ini dengan sunscreen setiap pagi agar hasilnya lebih maksimal.
Konferensi pers peluncuran Radiance Glow-C berlangsung hangat dengan dihadiri jurnalis media cetak, online, dan sejumlah influencer kecantikan. Acara dibuka dengan pemaparan singkat dari tim R&D Brand X mengenai filosofi formulasi produk, dilanjutkan demo cara penggunaan serum dalam rutinitas skincare pagi dan malam. Para tamu juga berkesempatan mencoba langsung tekstur serum, mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab, dan mengikuti sesi foto bersama founder dan brand ambassador di area photo booth bertema “Glow in Your Own Way”.
Radiance Glow-C tersedia dalam kemasan botol kaca 30 ml dengan harga rekomendasi Rp189.000. Produk ini dapat diperoleh melalui official store Brand X di marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop, serta di jaringan drugstore dan supermarket pilihan di berbagai kota di Indonesia. Selama periode launching hingga 30 November 2025, Brand X menghadirkan promo khusus berupa diskon hingga 20% dan paket bundling dengan facial wash pilihan di official store Brand X.
Dengan hadirnya Radiance Glow-C, Brand X berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang dapat merasakan kulit tampak lebih cerah, sehat, dan glowing meski memiliki aktivitas padat setiap hari. Informasi lebih lengkap mengenai kandungan dan cara penggunaan produk ini dapat diakses melalui website resmi www.brandxbeauty.co.id dan akun media sosial Instagram serta TikTok @brandxbeauty. Brand X juga mengajak para pengguna membagikan pengalaman mereka menggunakan tagar kampanye #GlowInYourOwnWay.
Tentang Brand X
Brand X adalah brand kecantikan lokal yang berdiri sejak 2020 dengan fokus pada pengembangan produk skincare berbasis sains yang aman, efektif, dan ramah untuk kulit perempuan Indonesia. Mengusung filosofi “Simple Steps, Visible Results”, Brand X telah menghadirkan rangkaian pembersih wajah, serum, dan pelembap untuk berbagai jenis kulit. Brand X berkomitmen menghadirkan produk dengan bahan-bahan teruji, transparansi formulasi, serta kampanye kecantikan yang inklusif dan realistis.
Informasi Kontak Media
Nama : Rani Salsabila
Jabatan : Public Relations & Media Relations Brand X
Email : media@brandxbeauty.co.id
HP/WhatsApp : +62-812-0000-1234
Website : www.brandxbeauty.co.id
Kalau semua penjelasan tentang struktur press release ini terasa cukup teknis dan menyita waktu, itu wajar. Banyak pemilik brand kosmetik sudah habis energi di pengembangan formula, produksi, dan promosi harian di media sosial. Mengatur waktu lagi untuk menulis press release yang rapi, mencari angle yang tepat, lalu menghubungkannya dengan media satu per satu sering kali jadi pekerjaan yang “diniatkan tapi tak kunjung jalan”.
Di titik ini, brand sebenarnya dapat menggandeng partner yang sehari-hari memang berkutat di dunia penulisan dan distribusi rilis. Reka Media menyediakan layanan penulisan siaran pers, distribusi press release ke berbagai media online, hingga paket konten plus publikasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan skala bisnis, mulai dari Rp 150.000.
Hubungi kami melalui nomor WhatsApp: https://wa.link/ni9zod
Jadi, jika Anda merasa repot menyusun press release produk kosmetik, mendistribusikannya ke media, atau menyiapkan konferensi pers launching di Yogyakarta, Anda bisa mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan Reka Media.***
Leave A Reply Now