Kunjungi Reka Media, Ademos Bojonegoro Pelajari Model Bisnis Media Digital
Asosiasi Untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos) Bojonegoro mengadakan kunjungan ke PT Media Jogja Digitalindo atau RekaMedia, Jumat, 5 Mei 2023. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang lanskap media digital saat ini yang berkembang pesat.
PT Media Jogja Digitalindo (RekaMedia) diketahui merupakan perusahaan pengelolaan media online yang berbasis di Yogyakarta, di mana salah satunya mengelola jogja.suaramerdeka.com.
Pada kunjungan itu, Ademos Bojonegoro diwakili oleh A Shodiqurrosyad selaku Sekretaris Ademos, Agis Savira selaku Media Creative Ademos, M Ghofarunnindhom selaku Content Creative Ademos, dan Cynthia Dewi Damayanti selaku admin media.
Ademos sendiri merupakan komunitas kepemudaan yang mana fokus dalam pemberdayaan masyarakat, di mana Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, menjadi salah satu penggagas organisasi ini.
Adapun kunjungan dari Ademos itu, diterima langsung oleh Direktur Utama Reka Media, Muchammad Resya Firmansyah; HRGA Manager Reka Media, Dimas Fauzi; dan Multimedia Manager Reka Media, Irsa Ardia.
Firman, sapaan Muchammad Resya Firmansyah, dalam kesempatan itu mengungkap data lanskap industri media online yang belakangan berkembang begitu pesat, seiring dengan bertumbuh pesatnya pengguna internet di Indonesia.
Berdasarkan laporan Digital 2022: Indonesia yang diterbitkan We Are Social dan Kepios, populasi penduduk Indonesia saat ini mencapai 277,7 juta orang. Sementara pengguna internet mencapai 204,7 juta.
“Tentunya internet user ini tidak mewakili jumlah penduduk. Karena bisa jadi 1 orang punya 2 HP. Tapi yang jelas, penetrasi pengguna internet sudah mencapai 64 persen,” ungkap Firman di Studio 2 Reka Media.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, dari angka itu, jumlah pengguna media sosial di 2022 sudah mencapai 191 juta. Menurut laporan itu, jumlah tersebut sebesar 68,9 persen dari jumlah populasi.
Seiring dengan tumbuhnya ekonomi digital di Indonesia, sektor yang tak banyak orang tahu bertumbuh pesat yaitu media online, di luar e-commerce, transportasi dan makanan, online travel agent, serta layanan finansial.
Berdasar data dari E-conomy SEA 2021 Report yang diterbitkan Google, Temasek dan Bain Company, pada 2025 sektor media online akan tumbuh 26 persen sejak 2021 menjadi 15,8 persen.
“Ini dikarenakan perubahan perilaku masyarakat, yang mulanya mengkonsumsi informasi dari media cetak atau buku, kini shifting hampir seluruhnya ke internet,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Ia juga menjelaskan mengenai model bisnis yang dijalankan Reka Media beserta potensinya. Selama ini, penikmat sektor ini masih platform luar negeri.
Sementara itu, Sekretaris Ademos, A Shodiqurrosyad, mengaku tertarik dengan bisnis yang dijalankan oleh Reka Media. Ia pun berencana untuk mengirimkan kader untuk belajar bisnis model media online.